Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Pupuk Organik Kelapa Sawit Paling Bagus

Cara Pembibitan Kelapa Sawit

PupukSawit - Cara pembibitan kelapa sawit yang baik membutuhkan tahap yang sistematis serta kualitas yang juga baik. Biasanya, agar tidak rumit banyak petani yang membeli sawit lebih dari 12 bulan pada proses pemberian cambah benih sawit.

Padahal, proses ini akan berdampak terhadap pembelian bibit yang tak berkualitas atau penipuan bibit palsu. Beda halnya ketika Anda membeli benih sawit unggul dalam bentuk kecambah maka risiko ini bisa dikurangi. Dalam hal ini, setiap petani mesti paham mengenai proses pembibitan agar bibit yang diperoleh unggul.

Pada prosesnya, ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika benih sawit tersebut disemaikan dan didistribusikan. Pada tahap distribusi misalnya, lebih baik menggunakan transportasi yang memiliki AC saat pengiriman. Ini dilakukan untuk menghindari kerusakan akibat suhu selama perjalanan.

Cara Pembibitan Kelapa Sawit

Di sisi lain untuk waktu tanam, petani lebih baik tidak menunda-nunda waktu tepat saat kecambah diterima. Bibit akan sangat berpengaruh terhadap suhu matahari yang panas dan kering. Oleh karena itu, pastikan menyemai kecambah pada suhu ruang yang tidak panas atau sekitar pukul 10:00 pagi.

Prosedur Menanam dengan Benar

Pada proses penanaman, ada beberapa langkah yang baiknya diikuti agar hasil yang didapatkan lebih maksimal. Misal saja pada plumula atau bakal batang yang tajam dan lancip agar menghadap ke atas. Sedangkan pada radikula atau bakal akar harus menghadap ke bawah.

Setiap petani harus memperhatikan kedua posisi ini diletakkan dengan benar, karena jika terbalik maka bakal membuat pertumbuhan melintir bahkan terhambat.

Jika kecambah belum jelas akar maupun batangnya, lebih baik untuk menunda penanaman. Sementara itu pada kecambah yang memiliki akar terlalu panjang bisa dipotong sekitar 5 cm dari pangkal.

Dalam tahap penanaman, kecambah diletakkan di bagian tengah kantong di dalam lubang sedalam 2 cm di atas permukaan tanah. Jika penanaman dilakukan terlalu dangkal, maka akan sangat mempengaruhi pertumbuhan baik dari segi kelembaban maupun temperatur.

Risiko lain juga timbul jika proses penanaman dilakukan terlalu dalam, maka bibit tak akan tumbuh sehat karena terjepit langsung dengan tanah. Memastikan kedalaman saat menanam adalah langkah penting yang menentukan kualitas budidaya kelapa sawit.

Cara Pembibitan Kelapa Sawit

Usai memahami bagaimana menanam kecambah dengan baik, berikutnya adalah proses yang tak kalah penting yaitu pembibitan. Proses ini bisa dilakukan dengan dua cara yakni satu tahap (one stage) atau dua tahap (double stage).

Cara Pembibitan Kelapa Sawit

Keduanya tentu memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing pada prosesnya. Contoh saja pada satu tahap dimana areal bibit poly bag akan lebih luas sehingga pasokan air harus disediakan dalam jumlah yang lebih besar.

Meski lebih boros, cara ini terbilang cepat karena tak membutuhkan pra pembibitan (pre nusery) serta pembibitan utama (main nusery). Kendati demikian perlu diingat jika tahap ini butuh lebih banyak supervisi untuk menangani kecambah.

Pada pembibitan dua tahap, seperti namanya petani harus melalui dua tahap berbeda yakni pre nusery dan main nusery. Pre nusery umum mengurangi pemakaian luas pada areal bibit poly bag, sehingga pasokan air akan lebih sedikit.
Dari segi biaya, jelas akan lebih hemat karena naungan pre nusery tadi dapat dibuat permanen jika sewaktu-waktu dibutuhkan. Di sisi lain, kecambah dan supervisi akan lebih baik, dimana pembibitan dua tahap bisa memudahkan seleksi awal pada tenaga kerja karena lebih ringan.

Dengan begitu, petani bisa mengurangi jumlah kematian lantaran naungan serta penggunaan air yang lebih optimal dan merata. Dari penjelasan kedua tahap di atas, maka disimpulkan jika pembibitan dua tahap lebih dianjurkan karena efisiensi biaya maupun tenaga.

Menyiapkan Lahan Pembibitan

Soal lahan pembibitan, ada beberapa hal penting pula yang mesti diperhatikan. Untuk areal misalnya, lebih baik memilih satu tempat yang cukup strategis, rata serta terbuka namun tidak memiliki risiko erosi dan banjir.
Selain itu, pastikan pula area tersebut dekat dengan sumber air sehingga memudahkan penyaluran yang sifatnya permanen sekaligus menghindar dari gangguan binatang liar.

Pembibitan Pre Nusery

Untuk pembibitan pre nusery, ada sejumlah komponen yang harus disiapkan seperti berikut ini:

1. Naungan

Areal naungan harus dibersihkan dari gulma sebelumnya dengan tinggi 2 m di atas permukaan tanah. Naungan ini bisa dibuat dari pelepah sawit atau alang-alang yang memudahkan pemasangan.

2. Media Tanam

Tanah harus memiliki lapisan atas yang subur, gembur serta bersih dari potongan kayu dan zat lain yang memiliki kandungan organik. Pastikan media tanam bebas dari penyakit, serta diayak dan dicampur dengan pupuk sebelum memasukkan ke baby bag.

3. Plastik Baby Bag

Ukuran plastik yang dianjurkan adalah 15 cm x 20 cm, tebal 0,10 mm serta lubang perforasi 18 buah untuk drainase. Sementara diameternya diatur kurang lebih 0,4 cm dan jarak antar lubang 7 cm.

4. Layout Persemaian

Susun  baby bag dengan rapi membentuk bedengan ukuran 12 kantong yang melebar, pinggirnya diberi pelang kayu agar tak tumbang. Selanjutnya buat jalan kontrol bedengan kurang lebih 50 cm memanjang dan diberi nama berisi nomor dan kategori pada masing-masing bedengan.

5. Penyiraman

Tahap terakhir adalah penyiraman setiap hari, dimana baby bag harus disiram untuk memastikan kelembaban tanah cukup namun ingat jangan sampai air tergenang.

Pembibitan Main Nusery

Untuk pembibitan pre nusery, ada sejumlah komponen yang harus disiapkan seperti berikut ini:

1. Media Tanam

Pengisian poly bag ialah tanah atas yang gembur dan subur serta tak memiliki penyakit seumpama ganoderma. Hindari menggunakan tanah yang sudah diayak dan dicampur dengan pupuk.

2. Plastik Polybag

Plastik standar sebaiknya berukuran 42,5 cm x 50 cm dengan tebal 0,20 mm. Lubang drainase dibuat 0.4 cm dengan total 80, sementara jarak antara lubang 7 cm. Gunakan poly bag sampai bibit berumur 12 bulan.

Berikutnya, pesan kantung lebih banyak 5% dari kebutuhan asli untuk antisipasi. Setiap kantung tersebut berisi kurang lebih 20 kg tanah dengan tinggi 1 cm dari bibit kantung.

Setiap tanah yang digunakan tidak boleh basah tau bergumpal, jadi pastikan tingkat kelembabannya lebih dulu. Berikutnya jika poly bag sudah diisi maka tempatkan tanah dan atur pada areal pembibitan berjarak 90 cm x 90 cm x 90 cm dengan model segitiga sama sisi.

Terakhir adalah menutup lubang pipa pada bagian tengah poly bag berdasarkan ukuran, lalu pindahkan bibit dari poly bag ke poly bag yang lain.

3. Layout Pembibitan

Siapkan penanaman di poly bag dengan memisahkan berdasarkan tanggal penanaman, serta nomor kategori yang sudah disiapkan sebelumnya pada jenis pre nusery.

Cara Pembibitan Kelapa Sawit
Gambar : http://distani.tulangbawangkab.go.id

Agar menghindari pencampuran dari setiap kelompok, maka kategori harus dibuat menggunakan papan nama yang berisi tanggal tanam serta kategori agar memudahkan pemindahan dan pengawasan.

Pada seluruh tahap dan cara pembibitan kelapa sawit di atas, Anda tentu membutuhkan pupuk dalam proses budidaya agar hasil panen berkualitas. Oleh karena itu, kami menawarkan pupuk organik dengan kandungan komplit dan telah banyak dipercaya para petani kelapa sawit di Indonesia.

Pupuk Kelapa Sawit Organik Nasa, diproduksi dengan bahan dan formula khusus sehingga pupuk menyerap dengan lebih maksimal pada tanah dan akar. Dengan begitu, proses pertumbuhan kelapa sawit akan lebih cepat dan bermutu. Pupuk Organik Nasa banyak membantu para petani sawit di Indonesia dalam meningkatkan hasil panen sawitnya.

Semoga artikel Cara Pembibitan Kelapa Sawit ini bisa bermanfaat buat kita semua dan bisa memberikan keberkahan buat kita semua.

Posting Komentar untuk "Cara Pembibitan Kelapa Sawit"