Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Pupuk Organik Kelapa Sawit Paling Bagus

Rotasi Pemupukan Kelapa Sawit

PupukSawit -  Rotasi pemupukan kelapa sawit yang baik dan benar manjadi kunci keberhasilan budidaya kelapa sawit. Selain rotasi pemupukan, jenis dan cara aplikasi pupuk juga memegang peranan penting untuk bisa mendapatkan hasil panen yang melimpah.

Pemupukan adalah usaha kita untuk mencukupi kebutuhan tanaman akan unusr hara makro dan mikro esensial untuk pertumbuhan dan proses pembuahan tanaman. Karena selama tanaman tersebut tumbuh, maka dapat dipastikan tanaman tersebut membutuhkan makanan yang diambil dari dalam tanah.

Rotasi Pemupukan Kelapa Sawit

Semakin lama, kandungan unsur hara dalam tanah akan habis dimakan tanaman dan disinilah peran kita sebagai petani untuk memberikan/menambah kandungan makanan dalam tanah  yang akan diproses tanaman sebagai makanan. Disinilah rotasi pemupukan tanaman sawit memagang peranan kunci bagi kesehatan tanaman nantinya.

Rotasi Pemupukan Kelapa Sawit

Pupuk NPK untuk kelapa sawit dipasaran banyak sekali merk nya tetapi bisa kita bagi menjadi 2 jenis yaitu pupuk NPK Majemuk dan Pupuk Tunggal. 

Dari beberapa artikel yang kami pelajari, diketahui bahwa tingkat ketersediaan hara dalam tanah setelah pemupukan akan bertahan selama 60-80  hari (2-2,5 bulan). Tetapi ada  beberapa Pupuk Tunggal seperti Urea atau KCl yang hanya bisa bertahan 30 hari dalam tanah. 

Kemana perginya pupuk yang kita taburkan tadi..?

Inilah jawabannya.

  1. Pupuk sudah diserap tanaman. 
  2. Pupuk tercuci odan terbawa oleh air hujan
  3. Infiltrasi/masuk kedalam tanah melewati poro pori tanah.
  4. Menguap dan terikat oleh unsur unsur lain diatas tanah
  5. dan masih banyak yang lainnya

Dengan memperhatikan faktor faktor diatas, bisa kita simpulkan tingkat efisiensi pemupukan kelapa sawit hanya berkisar antara 40 - 60%. Ini artinya jika kita memberikan pupuk ke tanaman sebanyak 1 kg maka pupuk yang bisa diserap tanaman hanya sebesar 40 - 60% saja dan sisanya akan hilang karena faktor faktor diatas tadi.

Jika kita berpedoman pada tingkat ketersediaan pupuk didalam tanah setelah pemupukan dan kemampuan tanaman sawit untuk menyimpan cadangan makanan dalam jaringan tanaman (fotosintat) sawit rata-rata 1 sampai 1.5 bulan dengan kondisi petumbuhan tanaman yang normal maka rotasi pemupukan tanaman adalah sekali dalam 4 bulan atau 3 kali dalam setahun.

Pemupukan 3 kali setahun ini dilakukan supaya tidak ada jeda kekosongan unsur hara makro dan mikro dalam tanah dan dalam jaringan tanaman untuk pertumbuhan selama 12 bulan kedepan.

Seiring berkambangnya teknologi pertanian khususnya dalam produksi pupuk kelapa sawit, banyak sekali bermunculan pupuk pupuk sawit yang lebih bagus kualitasnya. Selain kualitas, interval/rotasi pemupukan juga bisa dilakukan setahun 2 kali bahkan bisa 1 tahun sekali. Sehingga lebih menghemat biaya tenaga kerja untuk pemupukan bagi perusahaan perusahaan kelapa sawit.

Pupuk Slow Release

Teknologi ini adalah dengan menambahkan/mencampurkan bahan perekat kedalam pupuk yang diproduksi sehingga pupuk akan lebih lama terurai (slow release) didalam tanah. Untuk harga produk pupuk ini biasanya akan lebih mahal sedikit dari pupuk biasanya. 

Pupuk slow release merupakan pupuk yang ditambahkan bahan campuran coating dari zeolit dan kitosan. Fungsinya agar supaya pelepasan unsur hara dari pupuk menjadi lambat dan terkendali. Keunggulan dari pupuk slow release ini adalah:

  • Tidak mudah larut
  • Waktu penyediaan unusr hara menjadi lebih panjang
  • Efisiensi pupuk tinggi
  • Menekan kehilangan hara
  • Efektivitas pupuk ini akan menyamai pupuk NPK standart
  • Mudah diaplikasikan.

Dalam berbagai uji coba dilapangan, pupuk slow release ini diketahui mampu bertahan dalam tanah sampai 90 hari setelah aplikasi. Jika melihat hasil seperti ini, maka rotasi pemupukan tanaman sawit bisa dilakukan 2 kali dalam setahun atau 1 kali pemupukan setiap 6 bulan.

Kesimpulan

Dari berbagai faktor faktor yang diuraikan diatas maka dapat disimpulkan bahwa :

  1. Jika ingin melakukan pemupukan kelapa sawit dengan menggunakan pupuk biasa(tanpa bahan perekat/slow release) maka disarankan dilakukan pemupukan 3 kali dalam setahun.
  2. Jika pupuk yang digunakan adalah Pupuk Berbahan Perekat (slow release) maka dianjurkan melakukan pemupukan 2 kali dalam setahun atau 1 kali pemupukan tiap 6 bulan.

Hubungan Rotasi Pemupukan Dengan Musim Trek Pada Sawit

Kita sering mendengar istilah track/trek dalam budidaya kelapa sawit. Musim trek ini disebut sebut sebagai penyebab menurunnya hasil produksi tanaman kelapa sawit. Bahkan musim trek pada sawit manjadi momok yang menakutkan bagi semua petani sawit.

Sesungguhnya musim trek tidak akan terjadi jika kita bisa menyediakan unsur hara baik makro maupun mikro yang dibutuhkan tanaman. Kekurangan unsur hara dalam tanah-lah yang mengakibatkan tanaman melambatnya laju pertumbuhan yang pada akhirnya akan menurunkan produksi TBS.

Jika kekurangan unsur hara dalam tanah lebih dari 3 bulan dan umur tanaman kelapa sawit di atas 10 tahun, maka dapat dipastikan produksi TBS akan berkurang 20-30 % dari kondisi normal.

Bagaimana kalau tanaman sawit tidak pernah dipupuk ?

Jangan pernah berharap produksi TBS akan mampu menutupi biaya produksi jika anda tidak pernah memberikan makanan kepada tanaman anda. Hasil adalah apa yang kita berikan. Semakin kita banyak memberikan perhatian ketanaman kita, maka hasil juga akan menjadi lebih baik.

Hal sangat prinsip dalam usaha pertanian kelapa sawit dan tidak bisa ditawar tawar adalah Pupuk dan Pemupukan. Jika tidak mampu untuk melakukan pemupukan dengan baik maka jangan pernah coba-coba untuk berkebun kelapa sawit karena hasilnya akan menjadi sia-sia.

Demikianlah sedikit gambaran mengenai rotasi pemupukan kelapa sawit yang bisa saya berikan. Semoga informasi ini bisa bermanfaat buat teman teman semua para pekebut sawit untuk meningkatkan hasil panen kelapa sawitnya.

Silahkan tinggalkan komentar anda jika masih ada pertanyaan seputar budidaya kelapa sawit.

Posting Komentar untuk "Rotasi Pemupukan Kelapa Sawit"