Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Pupuk Organik Kelapa Sawit Paling Bagus

Budidaya Tanaman Kelapa Sawit

Budidaya Tanaman Kelapa Sawit

Dalam hal budidaya tanaman kelapa sawit, persiapan dan teknik budidaya yang dilakukan akan menjadi faktor penentu hasil yang nantinya didapatkan. Untuk bisa mendapatkan hasil yang memuaskan selama puluhan tahun, dibutuhkan persiapan dan teknik budidaya yang teliti dan benar.

Berikut adalah panduan teknik budidaya kelapa sawit yang baik dan benar menurut para ahli.

Benih Kelapa Sawit

Teknologi yang digunakan di dalam pembibitan kelapa sawit saat ini sudah sangat maju. Para peneliti sudah mampu membudidayakan kelapa sawit dengan teknik kultur jaringan sehingga kualitas produksi persis sama dengan pohon yang digunakan sebagai induk. Namun, teknik kultur jaringan tidak bisa dilakukan begitu saja oleh petani atau pekebun, sehingga dianjurkan untuk mengambil bibit dari balai penelitian.

Jika sudah mendapatkan benih yang berkualitas baik, maka langkah selanjutnya dalah pembibitan. Tahapan ini dilakukan pada lahan datar dan dekat sumber air. Lahan pembibitan juga harus bersih dari gulma serta memiliki alat penyiraman, system drainase dan akses jalan yang memadai.

Ada dua teknik pembibitan yang bisa dilakukan, yakni langsung di polybag tanpa melalui proses dederan dan teknik tidak langsung yang meliputi tiga bulan tahap pembibitan awal serta sembilan bulan pembibitan utama. Salam proses pembibitan, penyiraman dilakukan dua kali dalam sehari, dilakukan pemupukan dan seleksi agar didapatkan bibit yang dapat tumbuh baik.

Syarat Tumbuh Kelapa Sawit

Tanaman kelapa sawit cocok ditanam di daerah tropis dengan curah hujan antara 1.5—hingga 3.000 mm per tahun. Tanaman ini akan tumbuh dengan subur di dataran rendah yang berada di ketinggian 200 hingga 400 mdpl.

Penyinaran, Temperature serta Karakteristik Tanah

Tanaman kelapa sawit dapat tumbuh dengan baik jika mendapatkan sinar matahari langsung selama 1 hingga 7 jam setiap hari. Jika ditanam di lahan yang bersuhu antara 25 hingga 27 derajat Celsius, kelapa sawit akan mampu menghasilkan buah dengan kuantitas dan kualitas yang baik. Kelapa sawit juga membutuhkan tanah yang subur, gembur serta memiliki drainase yang baik dengan pH tanah antara 4 hingga 6,5.

Persiapan Lahan

Persiapan lahan tanam untuk kelapa sawit sangat bergantung kepada area perkebunan yang tersedia. Terdapat beberapa jenis area yang bisa dijadikan sebagai lokasi ideal untuk penanaman kelapa sawit, antara lain lahan baru pada area hutan primer dan sekunder serta area yang banyak ditumbuhi ilalang dan semak belukar. Ada pula lahan konversi yang pernah dipakai untuk tanaman jenis lain.

Penanaman

Ada beberapa tahap persiapan yang harus dilakukan yang akan sangat menentukan pertumbuhan serta produksi buah kelapa sawit. Penting untuk dilakukan pengajiran untuk menentukan jarak tanam. Tahapan ini dilakukan dengan system jarak tanam segitiga berukuran 9X9X9 meter dengan populasi 143 pohon per hektar. Bisa juga digunakan jarak tanam 9.5 X 9.5 X 9.5 X 9.5 meter dengan populasi 128 pohon per hektar.

Penanaman Bibit

Lubang tanam dibuat beberapa minggu sebelum bibit ditanam. Ukuran lubang tanam adalah 60X60X60 cm atau 50X40X40 cm. Penanaman bibit kelapa sawit diikuti oleh penanaman tanaman penutup tanah yakni berupa tanaman kacangan.

Pengendalian Gulma dan Pemupukan

Pengendalian gulma adalah tahapan yang amat sangat penting untuk dilakukan agar bibit dapat tumbuh dengan baik dan produktivitas terjaga. Selain itu, diperlukan pula pemupukan sesuai dengan umur. Pekebun juga harus melakukan pemangkasan secara teratur. Pengendalian hama serta penyakit tanaman juga merupakan proses yang sangat penting agar tanaman kelapa sawit mampu tumbuh dengan baik dan menghasilkan buah dengan kualitas dan kuantitas yang baik pula.


Posting Komentar untuk "Budidaya Tanaman Kelapa Sawit"